ACARA
IV
PENGENALAN
SAYURAN DAN BUAH
A.
Pendahuluan
1. Latar
Belakang
Sayuran dan buah
merupakan tanaman hortikultura yang bisa dikonsumsi makhluk hidup. Sayuran
dapat diamakan secara langsung maupun dimasak terlebih dahulu sebelum
dikonsumsi. Bagian yang dapat dikonsumsi antara satu sayuran dengan sayuran
lain berbeda-beda, ada yang diamakan bagian daun, batangn atau umbi batang,
polong muda mauapaun tua, kuncup bunga, umbi akar, dan lain-lain.
Sayur dan buah
memiliki kandungan zat-zat yang penting bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut
diantaranya karbohidarat, vitamin, mineral, protein, lemak, kalsium, serat dan
lain-lain. Zat-zat gizi yang terkandung dalam sayur atau buah berbeda-beda. Sayuran
dan buah yang mengandung serat dapat memperlancar pencernaan, sehingga baik
dikonsumsi setiap hari.
Daerah tempat
tumbuh sayur atau buah juga berbeda-beda ada yang dapat tumbuh di dataran
rendah, ada yang dapat tumbuh di adataran tinggi ada pula yang dapat tumbuh di
dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain daerah tumbuh yang berbeda cara
tanamnya pun juga berbeda. Nama sayur maupun buah di satu daerah dengan daerah
lain berbeda-beda. Mempelajari sayuran dan buah penting agar saat kita di
daerah lain kita juga tahu nama sayur dan buah di daerah tersebut. Pengenalan
sayur dan buah dapat menembah pengetahuan mengenai kandungan zat-zat penting di
dalamnya, sehingga kita dapat mengkonsumsi bahan pangan yang bergizi dan
berguna bagi tubuh kita.
2. Tujuan
Praktikum
Tujuan
dari praktikum acara IV Pengenalan Sayuran dan Buah adalah mengenal dan
mempelajari bermacam-macam sayuran, cara bertanam, bagian yang diamakan serta
zat-zat penting terdapat pada sayuran.
B.
Tinjauan
Pustaka
1.
Salak (Salacca zalacca)
Salak (Salacca edulis) merupakan sumber serat
yang baik dan mengandung karbohidrat.
Rasa buahnya manis, dan memiliki bau dan
rasa yang unik. Salak mengandung zat
bioaktif antioksidan seperti vitamin A dan vitamin C, serta senyawa fenolik.
Salak memiliki umur simpan kurang dari seminggu karena proses pematangan buahnya
cepat dan mengandung kadar air yang cukup tinggi yakni sekitar 78% (Ong et al.
2009).
2.
Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih
umumnya tumbuh di dataran tinggi, tetapi
varietas tertentu mampu tumbuh di dataran rendah. Tanah yang bertekstur lempung
berpasir atau lempung berdebu dengan pH netral menjadi media tumbuh yang baik.
Lahan tanaman ini tidak boleh tergenang air. Suhu yang cocok untuk budidaya di
dataran tinggi berkisar antara 20–25 ºC dengan curah hujan sekitar 1.200–2.400
mm pertahun, sedangkan suhu untuk dataran rendah berkisar antara 27–30 ºC (Hernawan
et al. 2003).
3.
Cabai (Capsicum annum)
Cabai termasuk
komoditas unggulan nasional dan sumber vitamin C. Daerah penanamannya luas karena
dapat diusahakan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Banyak petani di
Indonesia yang menanam cabai merah karena mudah dibudidayakan (Rahmawati et al.
2009).
4.
Mangga (Mangifera indica)
Indonesia
mempunyai potensi penghasil buah mangga yang cukup tinggi, sedangkan ekspor buah
mangga segar masih rendah yaitu 0,1% dari total produksinya. Mangga juga merupakan
komoditas prioritas untuk diteliti dan dikembangkan. Departemen Pertanian RI
telah menetapkan mangga sebagai komoditas andalan dalam pengembangan agribisnis
hortikultura (Sukasih et al. 2005).
5.
Bawang Merah (Allium ascalonicum)
Bawang merah
merupakan tanaman semusim yang berbentuk
rumput, berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga
seperti pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis.
Oleh karena itu, bawang merah disebut umbi lapis. Tanaman bawang merah
mempunyai aroma yang spesifik yang marangsang keluarnya air mata karena
kandungan minyak eteris alliin.
Batangnya berbentuk cakram dan di cakram inilah tumbuh tunas dan akar serabut.
Bunga bawang merah berbentuk bongkol pada ujung tangkai panjang yang berlubang
di dalamnya. Bawang merah berbunga sempurna dengan ukuran buah yang kecil
berbentuk kubah dengan tiga ruangan dan tidak berdaging (Sunarjono 2004).
6.
Belimbing (Averrhoa carambola)
Belimbing manis
tergolong tanaman tropis yang berasal
dari India, kemudian menyebar ke berbagai negara tropis seperti Malaysia dan
Indonesia. Menurut Sunarjono (2004), tanaman belimbing sebenarnya berasal dari
daerah Asia Tenggara terutama Malaya. Belimbing Dewi Murni dan Dewa Baru
termasuk belimbing varietas unggul. Varietas unggul adalah varietas yang telah
mendapatkan pengakuan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian
mengenai keunggulan-keunggulan tertentu yang dimiliki. Indikator unggul dapat
dilihat dari produksi yang tinggi, aroma, rasa, ketebalan daging buah,
kandungan gizi, dan sebagainya (Sunarjono 2004).
7.
Jeruk (Citrus sp.)
Buah jeruk perlu
penanganan pasca panen yang tepat. Cara penanganan pasca panen tersebut antara
lain recooling, sortasi, degreening, pembersihan, pelapisan
lilin, colour adding, dan lain-lain. Jeruk merupakan buak non klimakterik,
sehingga untuk mendapatkan buah yang bermutu baik maka buah jeruk harus dipetik
pada skala optimal (Siswandi 2007).
8.
Kacang Panjang (Vigna sinensis)
Kacang panjang
adalah tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia,
baik sebagai sayuran maupun sebagai lalapan. Kacang panjang merupakan anggota
famili Fabaceae yang termasuk ke dalam golongan sayuran. Selain rasanya enak,
sayuran ini juga mengandung zat gizi cukup banyak. Kacang panjang adalah sumber
protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium,
vitamin C, folat, magnesium dan mangan (Haryanto 2009).
9.
Sawi (Baranca rapa)
Batang tanaman
sawi pendek sekali dan beruas-ruas sehingga hampir tidak kelihatan. Batang ini
berfungsi sebagai alat pembentuk dan penopang daun. Tanaman sawi umumnya mudah
berbunga dan berbiji secara alami baik di dataran tinggi maupun di dataran
rendah. Stuktur bunga sawi tersusun dalam tangkai bunga (inflorescentia) yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang
banyak. Tiap kuntum bunga sawi terdiri atas empat helai daun kelopak, empat
helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah, empat helai benang sari dan
satu buah putik yang berongga dua (Rukmana 2002).
10.
Tomat (Solanum licopersicum)
Buah tomat
adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relatif
keras, setelah tua berwarna merah muda, merah, atau kuning, cerah dan
mengkilat, serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, oval,
pipih, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2-15 cm, tergantung varietasnya. Pada buah masih
terdapat tangkai bunga yang berubah fungsi menjadi sebagai tangkai buah serta
kelopak bunga yang beralih fungsi menjadi kelopak bunga (Wiryanta 2002).
11. Labu Siam (Sechium edule)
Labu siam (Sechium edule) termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini banyak ditanam di Filipina, Malaysia,
dan Indonesia. Meskipun bentuk buah labu siam tidak menarik, manfaatnya banyak
bagi kesehatan manusia. Buah labu siam mengandung delapan antioksidan flavonoid
yang kuat untuk mencegah penyakit kanker. Komposisi nutrisi buah labu siam
terdiri dari makronutrien yaitu protein dan karbohidrat dalam bentuk serat yang
tinggi dan lemak yang rendah serta mikronutrien yaitu vitamin C yang tinggi dan
vitamin-vitamin lainnya serta mineral seperti kalium dan mineral lainnya (Modgil
2004).
12.
Seledri (Apium graveolens)
Seledri biasanya
tumbuh dengan ketinggian 1sampai 2 kaki. Batangnya agak keras dan
bergalur, memiliki daun majemuk (segmented)
dengan tepi bergerigi. Seledri
ditandaskan memiliki efek antirematik, obat penenang, diuretik ringan dan
antiseptik pada saluran kemih. Seledri juga telah digunakan untuk mengobati
radang sendi, encok, dan terutama untuk rheumatoid (Marderosian
2004).
13. Buncis (Phaseolus vulgaris)
Kacang buncis mempunyai nama ilmiah
sama yaitu Phaseolus vulgaris. Buncis
(Phaseolus vulgaris) adalah salah
satu dari tanaman pangan dari jenis legum yang banyak dikonsumsi di dunia ini,
dikonsumsi dalam bentuk polong segar yang masih berwarna hijau. Buncis kaya
akan protein, karbohidrat, mineral dan vitamin (Devanand et al. 2006).
14. Terong (Solanum melongena)
Terong adalah tanaman dari jenis
solanaceae yang bukan merupakan umbi akar, terong memiliki buah berbentuk oval.
Terong berasal dari India dan Cina, kemudian diperkenalkan ke Eropa oleh bangsa
Arab melalui perdagangan. Terong dapat mencegah beberapa penyakit, misalnya
arthritis, asma dan bronkitis (Claudia et al. 2005).
15. Apel (Maulus domestica)
Apel (Malus domestica) adalah tanaman yang berasal dari daerah subtropis.
Di Indonesia beredar dua jenis apel, yaitu apel impor maupun apel lokal.
Terdapat empat varietas apel yang dikembangkan oleh petani, yaitu Manalagi,
Anna, Rome beauty, dan Wangling. Pemanfaatan dan peningkatan nilai ekonomis
terhadap apel lokal dapat dilakukan melalui diversifikasi produk (Bambang et al.
2012).
16. Mentimun (Cucumis sativus)
Mentimun (Cucumis sativus) merupakan salah satu tanaman sayuran buah yang
disukai dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini disebabkan rasanya yang
enak, segar dan kandungan gizinya yang cukup tinggi. Budidaya tanaman mentimun
umumnya terdapat di berbagai daerah di Indonesia (Hermawati 2007).
17. Wortel (Daucus carota)
Wortel (Daucus carota) merupakan tanaman yang
dapat ditanam sepanjang tahun. Sayuran ini banyak diminati masyarakat karena
memiliki kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh terutama betakaroten yang
akan diubah menjadi vitamin A yang sangat penting bagi fungsi retina. Betakaroten
dapat juga sebagai pelindung terhadap kanker karena dapat berperan sebagai
antioksidan (Sugiarto et al. 2012).
C.
Metode
Praktikum
1. Waktu
dan Tempat Praktikum
Praktikum acara
Pengenalan Sayuran dan Buah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 16 Oktober
2012 di Laboratorium Ekologi Manajemen dan Produksi Tanaman (EMPT), Fakultas
Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2. Alat
dan Bahan
a. Alat
1) Buku
gambar
2) Alat
tulis
b. Bahan
1) Macam-macam
sayur (cabai, mentimun, wortel, kacang panjang, jipan, terong, tomat, seledri,
sawi, bawang merah, bawang putih, buncis).
2) Macam-macam
buah (jeruk, salak, apel, mangga, belimbing)
3. Cara
Kerja
a.
Menggambar bahan yang tersedia.
b.
Mencantumkan keterangan tentang nama
Latin, nama Indonesia, nama daerah, nama Inggris, daerah tempat tumbuh (dataran
tinggi atau dataran rendah), zat-zat yang terkandung, cara bertanam (pembibitan
atau langsung, bagian yang dimakan (untuk sayur), tipe buah (untuk buah).
D.
Hasil
Pengamatan dan Pembahasan
1. Hasil
Pengamatan
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Buah dan
Sayur
|
NO
|
Gambar Buah atau Sayur
|
Foto Buah atau Sayur
|
Keterangan
|
|
1
|
Mentimun
|
|
Nama
Latin :
Cucumis sativus
Nama
Inggris : Cucumber
Nama
Indonesia : Mentimun
Nama
Daerah : Timun
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran rendah
Zat-zat
yang terkandung :
Serat,
kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, vitamin A, B1, B2, C dan E.
Cara
bertanam :
Langsung
Bagian
yang dimakan :
Buah
|
|
2
|
Tomat
|
|
Nama
Latin :
Solanum licopersicum
Nama
Inggris : Tomato
Nama
Indonesia : Tomat
Nama
Daerah : Tomat
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran
tinggi dan rendah
Zat-zat
yang terkandung :
Vitamin
A, B1, C, karbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor dan zat besi.
Cara
bertanam :
Langsung
Bagian
yang dimakan :
Buah
|
|
3
|
Seledri
|
|
Nama
Latin :
Apium graveolens
Nama
Inggris : Celery
Nama
Indonesia : Seledri
Nama
Daerah : Seledri
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran
tinggi
Zat-zat
yang terkandung :
Vitamin
A, B kompleks (B1, B2, B3, B5, dan B6), C, E, K, kalsium, magnesium, serat,
kalium, zat besi, zinc, fosfor, asam amino dan asam folat.
Cara
bertanam :
Langsung
Bagian
yang dimakan : Daun dan batang
|
|
4
|
Terong
|
|
Nama
Latin :
Solanum melongena
Nama
Inggris : Eggplant
Nama
Indonesia : Terong
Nama
Daerah : Terong
Daerah
tempat tumbuh:
Datarn
rendah
Zat-zat
yang terkandung : Kalium, serat, protein, vitamin B1, B6 dan E, magnessium.
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Buah
|
|
5
|
Cabai
|
|
Nama
Latin : Capsicum annum
Nama
Inggris : Chili
Nama
Indonesia : Cabai
Nama
Daerah : Lombok
Daerah
tempat tumbuh:
Datarn
tinggi dan rendah
Zat-zat
yang terkandung :
Vitamin
A, B1, C, betakaroten, kalsium, fosfor, karbohidrat dan zat besi.
Cara
bertanam : Pembibitan
Bagian
yang dimakan : Kulit buah
|
|
6
|
Apel
|
|
Nama
Latin :
Maulus domestica
Nama
Inggris : Apple
Nama
Indonesia : Apel
Nama
Daerah : Apel
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran
tinggi
Zat-zat
yang terkandung :
Vitamin
A, B1, B2, C, zat besi, kalsium, serat, fosfor, karbohidrat dan protein.
Cara
bertanam :
Pembibitan
Tipe
buah : buah-buahan pohon
|
|
7
|
Sawi
Hijau
|
|
Nama
Latin :
Baranca rapa
Nama
Inggris : Mustard green
Nama
Indonesia : Sawi Hijau
Nama
Daerah : Sawi
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran
tinggi
Zat-zat
yang terkandung :
Vitamin
A, B1, B2, C, potassium, betakaroten, kalium, kalsium, fosfor, serat,
karbohidrat, dan zat besi.
Cara
bertanam :
Langsung
Bagian
yang dimakan : Daun
|
|
8
|
Belimbing
|
|
Nama
Latin :
Averrhoa carambola
Nama
Inggris : Star Fruit
Nama
Indonesia : Belimbing
Nama
Daerah : Belimbing
Daerah
tempat tumbuh: Dataran rendah
Zat-zat
yang terkandung : Vitamin C, zat besi dan zat kapur.
Cara
bertanam :
Pembibitan
Tipe
buah : Buah-buahan pohon
|
|
9
|
Salak
|
|
Nama
Latin :
Salacca zalacca
Nama
Inggris : Zalacca
Nama
Indonesia : Salak
Nama
Daerah : Salak
Daerah
tempat tumbuh: Dataran rendah
Zat-zat
yang terkandung : Karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan
C.
Cara
bertanam : Persemaian
Tipe
buah : Buah-buahan pohon
|
|
10
|
Mangga
|
|
Nama
Latin : Mangifera indica
Nama
Inggris : Mango
Nama
Indonesia : Mangga
Nama
Daerah : Pelem
Daerah
tempat tumbuh :
Dataran
rendah
Zat-zat
yang terkandung :
Serat,
vitamin A, C, E, kalium dan betakaroten.
Cara
bertanam : Pembibitan
Tipe
buah : Buah-buahan pohon
|
|
11
|
Labu
Siam
|
|
Nama
Latin :
Sechium edule
Nama
Inggris : Branch
Nama
Indonesia : Labu Siam
Nama
Daerah : Jipan
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran
rendah
Zat-zat
yang terkandung : Karbohidrat, kalsium, fosfor, kalium, folat, vitamin A, C,
E K, magnesium dan zat besi.S
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Buah
|
|
12
|
Kacang
Panjang
|
|
Nama
Latin :
Vigna sinensis
Nama
Inggris : Long Bean
Nama
Indonesia : Kacang Panjang
Nama
Daerah : Kacang Lanjaran
Daerah
tempat tumbuh:
Dataran
rendah
Zat-zat
yang terkandung :
Betakaroten,
vitamin B kompleks, protein,
mmagnesium, zat besi, kalium, zinc, fosfor dan serat pektin.
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Polong tua
|
|
13
|
Bawang
Merah
|
|
Nama
Latin :
Allium ascalonicum
Nama
Inggris : Onion
Nama
Indonesia : Bawang Merah
Nama
Daerah : Brambang
Daerah
tempat tumbuh: Dataran tinggi
Zat-zat
yang terkandung : Karbohidrat, protein, vitamin A, B1, B3, B6, B12, C, E, K,
kalsium, zat besi, kalium dan magnesium.
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Umbi
|
|
14
|
Jeruk
|
|
Nama
Latin : Citrus sp.
Nama
Inggris : Orange
Nama
Indonesia : Jeruk
Nama Daerah : Jeruk
Daerah
tempat tumbuh : Dataran tinggi
Zat-zat
yang terkandung : Vitamin B6, C, karbohidrat, kalsium, fosfor, folat dan
magnesium.
Cara
bertanam : Pembibitan
Tipe
buah : Buah-buahan pohon
|
|
15
|
Wortel
|
|
Nama
Latin :
Daucus carota
Nama
Inggris : Carrot
Nama
Indonesia : Wortel
Nama
Daerah : Wortel
Daerah
tempat tumbuh: Dataran tinggi
Zat-zat
yang terkandung :
Vitamin
A, B1, B2, C, serat, potassium, betakaroten, kalium, karbohidrat, kalsium,
fosfor, dan zat besi.
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Umbi akar
|
|
16
|
Buncis
|
|
Nama
Latin : Phaseolus vulgaris
Nama
Inggris : Bean
Nama
Indonesia : Buncis
Nama
Daerah : Buncis
Daerah
tempat tumbuh : Dataran rendah
Zat-zat
yang terkandung :
Fosfor,
serat, kalsium, potassium, dan enzim protease inhibitor.
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Polong tua
|
|
17
|
Bawang
Putih
|
|
Nama
Latin :
Allium sativum
Nama
Inggris : Garlic
Nama
Indonesia : Bawang Putih
Nama
Daerah : Bawang
Daerah
tempat tumbuh: Dataran tinggi
Zat-zat
yang terkandung : Kalsium, zat besi, vitamin A, B1, C, fosfor, lemak dan
protein.
Cara
bertanam : Langsung
Bagian
yang dimakan : Umbi
|
Sumber : Laporan Sementara
2. Pembahasan
Pangan adalah
kebutuhan pokok manusia. Kebuthan pangan semakin tahun semakin meningkat, baik
dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Jumlah pangan perlu diperhatikan agar
tercukupi bagi masyarakat. Kuantitas pangan juga perlu diperhatikan agar
kebutuhan gizi masyarakat juga terpenuhi dengan baik agar tidak ada kasus
kekurangan gizi.
Sayur dan buah
yang ada di dunia ini ada banyak macamnya. Indonesia memiliki banyak macam buah
dan sayuran. Pengenalan sayur dan buah merupakan kegiatan untuk mempelajari dan
mengetahui berbagai macam jenis sayur dan buah yang ada di sekitar kita. Maksud
dari pengenalan sayur dan buah adalah agar kita mengetahui berbagai macam sayur
dan buah, dan bagian apa yang dimakan dari sayur tersebut, serta cara
menanamnya. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui zat-zat penting yang
terkandung dalam sayur dan buah tersebut.
Bahan yang
digunakan dalam pengenalan sayur dan buah yaitu berbagai macam sayur dan buah.
Sayur yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah cabai, mentimun, wortel,
kacang panjang, jipan, terong, tomat, seledri, sawi, bawang merah, bawang
putih, dan buncis. Buah yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah jeruk,
salak, apel, mangga, belimbing. Langkah-langkah yang dilakukan dalam praktikum
pengenalan sayur dan buah yaitu dengan mengamati berbagai macam sayur dan buah
yang tersedia kemudian menggambarnya. Setelah itu mencantumkan nama latin, nama
Inggris, nama Indonesia dan nama daerah dari sayur atau buah yang diamati. Selain
itu juga dicantumkan derah tempat tumbuh, zat-zat yang terkandung, cara
bertanam, bagian yang dimakan (untuk sayur) dan tipe buah (untuk buah).
Zat-zat yang
terkandung dalam sayur maupun buah diantaranya :
a. Vitamin,
vitamin memiliki berbagai manfaat tergantung jenis vitaminnya. Janis vitamin
yaitu vitamin A, B kompleks (B1, B2, B3, B6, B12), C, D, E, dan K.
b. Protein,
fungsi protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan banyak dari proses
pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang terkandung di dalam
tubuh kita
c. Mineral,
berbagai jenis mineral yang ada memiliki fungsi masing-masing yang sangat
penting untuk tubuh kita. Sebagian besar mineral membantu untuk menjaga
metabolisme dan keseimbangan air dalam tubuh, serta menjaga kesehatan
tulang.
d. Lemak,
fungsi lemak adalah sebagai cadangan energi.
e.
Karbohidrat, fungsi utama karbohidrat
adalah menyediakan energi bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber utama energi
bagi penduduk di seluruh dunia (Rahmat 2008).
Sayur dan buah
yang diamati memiliki kandungan zat-zat gizi yang berbeda-beda. Vitamin terdapat
pada mentimun, apel, seledri, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, sawi,
belimbing, salak, jeruk, mangga, labu siam, kacang panjang dan wortel. Protein
terkandung dalam apel, terong, tomat, kacang panjang dan bawang putih. Mineral
terkandung pada hampir semua bahan yang diamati, mineral tersebut antara lain
magnesium, fosfor, kalsium dan zat besi. Lemak terdapat pada tomat dan bawang
putih. Karbohidrat terdapat pada apel, cabai, sawi, salak, labu siam, jeruk dan
wortel.
Buah dibedakan
menjadi buah klimaterik dan non klimaterik, perbedaan ini berdasrkan aktivitas
respirasinya Buah klimaterik adalah buah yang tidak akan mengalami perubahan aktivitas
respirasi yang mencolok saat menjelang masak optimal maupun masa masak tanaman
tersebut telah lewat, sehingga buah hasil tanaman ini akan lebih cepat
membusuk. Contoh dari buah klimaterik adalah pepaya, mangga, pisang, jambu, dan
markisa. Buah non klimaterik adalah buah yang akan mengalami penaikan aktivitas
respirasi yang mencolok saat menjelang masak dan mengalami penurunan aktivitas
respirasi yang sangat cepat pada saat telah melewati masa lewat masak. Buah non
klimaterik juga dapat dikatakan sebagai
buah yang fase respirasi optimumnya berada diatas pohon. Contoh dari buah non
klimaterik adalah jeruk, melon, anggur,
dan semangka. Salah satu ciri dari buah non klimaterik adalah buah yang
memiliki kulit yang tebal, sehingga akan menyebabkan oksigen lebih susah masuk,
aktivitas respirasi pun akan mengalami penurunan yang sangat cepat (Firmansyah
2010).
Berdasarkan hasil pengamtan di
laboratorium buah-buah yang diamati juga dapat dibedakan menjadi buah
klimaterik dan buah non klimaterik. Buah yang termasuk buah klimaterik adalah
buah mangga, belimbing dan apel. Buah yang termasuk buah non klimaterik adalah
salak dan jeruk.
Sayuran dapat
dibedakan berdasarkan beberapa hal, diantaranya berdasarkan syarat tumbuhnya.
Hal ini dapat didasarkan pada daerah tempat tempat tumbuhnya. Sayur yang tumbuh
di dataran rendah berarti membutuhkan suhu yang cukup tinggi untuk pertumbuhannya,
misalnya saja pada kacang panjang, buncis, terong, jipan, dan timun. Sayur yang
tumbuh di dataran tinggi memerlukan suhu yang rendah misalnya pada bawang
putih, bawang merah, sawi, seledri dan wortel. Sayur yang dapat tumbuh di
dataran tinggi maupun rendah adalah cabai dan tomat. Buah juga dapatdibedakan
berdasarkan tepat tumbuhnya, buah yang tumbuh di dataran rendah misalnya belimbing,
salak, dan mangga. Buah yang tumbuh di dataran tinggi misalnya apel dan jeruk.
Berdasarkan
bagian tanaman yang dimakan sayur yang diamati pada praktikum dapat
dikelompokkan menjadi sayur yang diamakan bagian buahnya yaitu mentimun,
terong, jipan, dan tomat. Bagian tanaman yang diamkan umbinya yaitu bawang
merah, bawang putih, dan wortel. Bagian tanaman yang dimakan polong tuanya
yaitu kcang panjang dan buncis. Sedangkan bagian tanaman yang dimakan daunnya
yaitu sawi dan seledri.
Berdasarkan cara
bertanam sayur dikelompokkan menjadi dua, yaitu
sayur yang ditanam secara langsung dan dengan pembibitan. Sayur yang ditanam secara langsung meliputi mentimun,
wortel, kacang panjang, jipan, terong, tomat, seledri, sawi, bawang merah,
bawang putih, dan buncis. Sayur yang ditanam dengan pembibitan terlebih dahuku
adalah cabai.
Buah
dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe pertumbuhannya. Klasifikasi buah
berdasarkan tipe pertumbuhannya buah dapat dibedakan menjadi buah-buahan pohon,
buah-buahan semak, buah-buahan terna atau berbatang basah dan buah-buahan
berbatang merambat. Berdasarkan hasil pengamatan dapt diketahui bahwa buah yang
diamati yaitu mangga, belimbing, salak, apel dan jeruk termasuk dalam
buah-buahan pohon.
E.
Kesimpulan
dan Saran
1. Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
a. Nama
latin, Inggris dan daerah sayur dan buah antara satu dengan lainya
berbeda-beda.
b. Daerah
tempat tumbuh sayuran dan buah berbeda beda ada yang tumbuh di dataran rendah,
ada yang tumbuh di dataran tinggi maupun di dataran rendah dan tinggi.
c. Zat-zat
yang terkandung dalam sayuran dan buah berbeda-beda.
d. Cara
menanan antara sayur dan buah yang satu dengan lainnya berbeda ada yang
langsung ditanam ada pula yang melalui pembibitan terlebih dahulu.
e. Bagian
sayur yang dimakan berbeda-beda yaitu dimakan bagian buahnya, daunnya, dan
batangnya.
f. Tipe
buah dari buah yang diamati kebanyakan adalah buah-buahan pohon.
g. Buah
dibedakan menjadi buah klimaterik dan non klimaterik berdasarkan aktivitas
respirasinya.
2. Saran
Saran untuk
paktikum acara IV Pengenalan Sayuran dan Buah adalah agar dalam praktikum jenis
sayur dan buah antara satu kelompok dengan kelompok lain bida berbeda-beda agar
praktikan dapat saling bertukar informasi, sehingga pengetahuan praktikan lebih
banyak lagi.
DAFTAR
PUSTAKA
Bambang S, SH
Sumarlan, Elok KNS 2012. Proses Pengawetan Sari Buah Apel (Mallus sylvestris Mill) Secara Non-Termal Berbasis Teknologi
Oscillating Magneting Field (OMF). Jurnal
Teknologi Pertanian 13 (2) : 78-87.
Claudia M, Elisabeth
M 2005. Eggplant (Solanum melongena
L.): Tissue Culture, Genetic Transformation and Use As An Alternative Model
Plant. Acta bot. bras. 19(1):
139-148.
Devanand L, Luthria, Marcial A,
Pastor-Corrales 2006. Phenolic Acids Content Of Fifteen Dry Edible Bean (Phaseolus vulgaris L.) Varieties. Journal of Food Composition and Analysis
19 (2006) : 205–211.
Firmansyah
DS 2010. Budi Daya Melon Unggul.
Jakarta: Penebar Swadaya.
Haryanto 2009.
Budidaya Kacang Panjang. http://repository.ipb.ac.id/
bitstream/handle/.
Diakses 28 Oktober 2012.
Hermawati T
2007. Pengaruh Pemberian Kompos Sampah Kota Terhadap Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus). Jurnal Agronomi 11 (1) : 23-26.
Hernawan, Udhi E,
Ahmad DS 2003. Senyawa Organosulfur Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Aktivitas Biologinya. Jurnal Biofarmasi 1 (2) : 65-76.
Marderosian A, Beutler J 2004. The Review of Natural Product.
University of The Science in Philadelphia College of Pharmacy. Philadelphia.
USA.
Modgil R, Modgil M 2004. Effect of
Feeding Chayote (Sechium edule) and Bottle Gourd (Lageneria siceraria) as
Source of Fiber on Biological Utilization of Diet in Rats Kamla-Raj. Journal
of Human and Ecolologi. 15(2): 109-111.
Ong SP, Law, CL
2009. Mathematical Modelling of Thin Layer Drying of Snakefruit. Journal of Applied Sciences 9 (17) Hal. 3048-3054.
Rahmat R 2008. Bertanam Buah-buahan di Pekarangan.Yogyakarta:
Kanisius.
Rahmawati R, MR
Deviani, N Suriani. 2009. Pengaruh suhu dan lama penyim-panan terhadap
kandungan vitamin C pada cabai rawit putih (Capsicum frustescens). Jurnal Biologi 13(2): 36−40.
Rukmana 2002. Bertanam Petsai dan Sawi. Yogyakarta: Kanisius.
Siswandi 2007.
Penanganan Pasca Panen Buah-buahan dan Sayuran. Jurnal Inovasi Pertanian 6
(1) : 68-71.
Sugiarto W,
Priska, Chilwan P. 2012. Aplikasi Minyak Nabati Sebagai Coating pada Irisan Wortel (Daucus
carota) Beku dan Perubahan Mutu Selama Penyimpanan. Jurnal Agroindustri Indonesia 1 (1) : 25-30.
Sukasih E,
Setyadjit, dan Hariyadi RD 2005. Analisis Kecukupan Panas pada Proses
Pasteurisasi Puree Mangga (Mangifera
indica L.) Jurnal Pascapanen 2 (2)
: 8-17.
Sunarjono HH
2004. Bertanam 30 Jenis Sayuran. Jakarta: Panebar Swadaya.
Wiryanta B T W 2002. Bertanam Tomat. Jakarta:
Agromedia Pustaka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar