Jumat, 20 September 2013

Laporan Praktikum TBT Hortikultura Acara 4

ACARA IV
PENGENALAN SAYURAN DAN BUAH
A.    Pendahuluan
1.      Latar Belakang
Sayuran dan buah merupakan tanaman hortikultura yang bisa dikonsumsi makhluk hidup. Sayuran dapat diamakan secara langsung maupun dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Bagian yang dapat dikonsumsi antara satu sayuran dengan sayuran lain berbeda-beda, ada yang diamakan bagian daun, batangn atau umbi batang, polong muda mauapaun tua, kuncup bunga, umbi akar, dan lain-lain.
Sayur dan buah memiliki kandungan zat-zat yang penting bagi tubuh. Zat-zat gizi tersebut diantaranya karbohidarat, vitamin, mineral, protein, lemak, kalsium, serat dan lain-lain. Zat-zat gizi yang terkandung dalam sayur atau buah berbeda-beda. Sayuran dan buah yang mengandung serat dapat memperlancar pencernaan, sehingga baik dikonsumsi setiap hari.
Daerah tempat tumbuh sayur atau buah juga berbeda-beda ada yang dapat tumbuh di dataran rendah, ada yang dapat tumbuh di adataran tinggi ada pula yang dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi. Selain daerah tumbuh yang berbeda cara tanamnya pun juga berbeda. Nama sayur maupun buah di satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda. Mempelajari sayuran dan buah penting agar saat kita di daerah lain kita juga tahu nama sayur dan buah di daerah tersebut. Pengenalan sayur dan buah dapat menembah pengetahuan mengenai kandungan zat-zat penting di dalamnya, sehingga kita dapat mengkonsumsi bahan pangan yang bergizi dan berguna bagi tubuh kita.
2.      Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum acara IV Pengenalan Sayuran dan Buah adalah mengenal dan mempelajari bermacam-macam sayuran, cara bertanam, bagian yang diamakan serta zat-zat penting terdapat pada sayuran.
B.     Tinjauan Pustaka
1.    Salak (Salacca zalacca)
Salak (Salacca edulis) merupakan sumber serat yang baik dan  mengandung karbohidrat. Rasa buahnya manis, dan memiliki bau  dan rasa  yang unik. Salak mengandung zat bioaktif antioksidan seperti vitamin A dan vitamin C, serta senyawa fenolik. Salak memiliki umur simpan kurang dari seminggu karena proses pematangan buahnya cepat dan mengandung kadar air yang cukup tinggi yakni sekitar 78% (Ong et al. 2009).
2.      Bawang Putih (Allium sativum)
Bawang putih umumnya tumbuh di dataran  tinggi, tetapi varietas tertentu mampu tumbuh di dataran rendah. Tanah yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan pH netral menjadi media tumbuh yang baik. Lahan tanaman ini tidak boleh tergenang air. Suhu yang cocok untuk budidaya di dataran tinggi berkisar antara 20–25 ºC dengan curah hujan sekitar 1.200–2.400 mm pertahun, sedangkan suhu untuk dataran rendah berkisar antara 27–30 ºC (Hernawan et al.  2003).
3.      Cabai (Capsicum annum)
Cabai termasuk komoditas unggulan nasional dan sumber vitamin C. Daerah penanamannya luas karena dapat diusahakan di dataran rendah maupun dataran tinggi. Banyak petani di Indonesia yang menanam cabai merah karena mudah dibudidayakan (Rahmawati et al. 2009).
4.      Mangga (Mangifera indica)
Indonesia mempunyai potensi penghasil buah mangga yang cukup tinggi, sedangkan ekspor buah mangga segar masih rendah yaitu 0,1% dari total produksinya. Mangga juga merupakan komoditas prioritas untuk diteliti dan dikembangkan. Departemen Pertanian RI telah menetapkan mangga sebagai komoditas andalan dalam pengembangan agribisnis hortikultura (Sukasih et al. 2005).

5.      Bawang Merah (Allium ascalonicum)
Bawang merah merupakan  tanaman semusim yang berbentuk rumput, berbatang pendek dan berakar serabut. Daunnya panjang serta berongga seperti pipa. Pangkal daunnya dapat berubah fungsi seperti menjadi umbi lapis. Oleh karena itu, bawang merah disebut umbi lapis. Tanaman bawang merah mempunyai aroma yang spesifik yang marangsang keluarnya air mata karena kandungan minyak  eteris alliin. Batangnya berbentuk cakram dan di cakram inilah tumbuh tunas dan akar serabut. Bunga bawang merah berbentuk bongkol pada ujung tangkai panjang yang berlubang di dalamnya. Bawang merah berbunga sempurna dengan ukuran buah yang kecil berbentuk kubah dengan tiga ruangan dan tidak berdaging (Sunarjono 2004).
6.      Belimbing (Averrhoa carambola)
Belimbing manis tergolong tanaman tropis yang  berasal dari India, kemudian menyebar ke berbagai negara tropis seperti Malaysia dan Indonesia. Menurut Sunarjono (2004), tanaman belimbing sebenarnya berasal dari daerah Asia Tenggara terutama Malaya. Belimbing Dewi Murni dan Dewa Baru termasuk belimbing varietas unggul. Varietas unggul adalah varietas yang telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah melalui Keputusan Menteri Pertanian mengenai keunggulan-keunggulan tertentu yang dimiliki. Indikator unggul dapat dilihat dari produksi yang tinggi, aroma, rasa, ketebalan daging buah, kandungan gizi, dan sebagainya (Sunarjono 2004).
7.      Jeruk (Citrus sp.)
Buah jeruk perlu penanganan pasca panen yang tepat. Cara penanganan pasca panen tersebut antara lain recooling, sortasi, degreening, pembersihan, pelapisan lilin, colour adding, dan lain-lain. Jeruk merupakan buak non klimakterik, sehingga untuk mendapatkan buah yang bermutu baik maka buah jeruk harus dipetik pada skala optimal (Siswandi 2007).

8.      Kacang Panjang (Vigna sinensis)
Kacang panjang adalah tanaman hortikultura yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia, baik sebagai sayuran maupun sebagai lalapan. Kacang panjang merupakan anggota famili Fabaceae yang termasuk ke dalam golongan sayuran. Selain rasanya enak, sayuran ini juga mengandung zat gizi cukup banyak. Kacang panjang adalah sumber protein yang baik, vitamin A, thiamin, riboflavin, besi, fosfor, kalium, vitamin C, folat, magnesium dan mangan (Haryanto 2009).
9.      Sawi (Baranca rapa)
Batang tanaman sawi pendek sekali dan beruas-ruas sehingga hampir tidak kelihatan. Batang ini berfungsi sebagai alat pembentuk dan penopang daun. Tanaman sawi umumnya mudah berbunga dan berbiji secara alami baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah. Stuktur bunga sawi tersusun dalam tangkai bunga (inflorescentia) yang tumbuh memanjang (tinggi) dan bercabang banyak. Tiap kuntum bunga sawi terdiri atas empat helai daun kelopak, empat helai daun mahkota bunga berwarna kuning cerah, empat helai benang sari dan satu buah putik yang berongga dua (Rukmana 2002).
10.  Tomat (Solanum licopersicum)
Buah tomat adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relatif keras, setelah tua berwarna merah muda, merah, atau kuning, cerah dan mengkilat, serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, oval, pipih, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2-15  cm, tergantung varietasnya. Pada buah masih terdapat tangkai bunga yang berubah fungsi menjadi sebagai tangkai buah serta kelopak bunga yang beralih fungsi menjadi kelopak bunga (Wiryanta 2002).
11.  Labu Siam (Sechium edule)
Labu siam (Sechium edule) termasuk dalam famili Cucurbitaceae. Tanaman ini banyak ditanam di Filipina, Malaysia, dan Indonesia. Meskipun bentuk buah labu siam tidak menarik, manfaatnya banyak bagi kesehatan manusia. Buah labu siam mengandung delapan antioksidan flavonoid yang kuat untuk mencegah penyakit kanker. Komposisi nutrisi buah labu siam terdiri dari makronutrien yaitu protein dan karbohidrat dalam bentuk serat yang tinggi dan lemak yang rendah serta mikronutrien yaitu vitamin C yang tinggi dan vitamin-vitamin lainnya serta mineral seperti kalium dan mineral lainnya (Modgil 2004).
12.  Seledri (Apium graveolens)
Seledri biasanya tumbuh dengan ketinggian 1sampai 2 kaki. Batangnya agak keras dan bergalur,  memiliki daun majemuk  (segmented) dengan tepi    bergerigi. Seledri ditandaskan memiliki efek antirematik, obat penenang, diuretik ringan dan antiseptik pada saluran kemih. Seledri juga telah digunakan untuk mengobati radang sendi, encok, dan terutama untuk rheumatoid (Marderosian 2004).
13.  Buncis (Phaseolus vulgaris)
Kacang buncis mempunyai nama ilmiah sama yaitu Phaseolus vulgaris. Buncis (Phaseolus vulgaris) adalah salah satu dari tanaman pangan dari jenis legum yang banyak dikonsumsi di dunia ini, dikonsumsi dalam bentuk polong segar yang masih berwarna hijau. Buncis kaya akan protein, karbohidrat, mineral dan vitamin (Devanand et al. 2006).
14.  Terong (Solanum melongena)
Terong adalah tanaman dari jenis solanaceae yang bukan merupakan umbi akar, terong memiliki buah berbentuk oval. Terong berasal dari India dan Cina, kemudian diperkenalkan ke Eropa oleh bangsa Arab melalui perdagangan. Terong dapat mencegah beberapa penyakit, misalnya arthritis, asma dan bronkitis (Claudia et al. 2005).
15.  Apel (Maulus domestica)
Apel (Malus domestica) adalah tanaman yang berasal dari daerah subtropis. Di Indonesia beredar dua jenis apel, yaitu apel impor maupun apel lokal. Terdapat empat varietas apel yang dikembangkan oleh petani, yaitu Manalagi, Anna, Rome beauty, dan Wangling. Pemanfaatan dan peningkatan nilai ekonomis terhadap apel lokal dapat dilakukan melalui diversifikasi produk (Bambang et al. 2012).
16.  Mentimun (Cucumis sativus)
Mentimun (Cucumis sativus) merupakan salah satu tanaman sayuran buah yang disukai dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini disebabkan rasanya yang enak, segar dan kandungan gizinya yang cukup tinggi. Budidaya tanaman mentimun umumnya terdapat di berbagai daerah di Indonesia  (Hermawati 2007).
17.  Wortel (Daucus carota)
Wortel (Daucus carota) merupakan tanaman yang dapat ditanam sepanjang tahun. Sayuran ini banyak diminati masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang diperlukan oleh tubuh terutama betakaroten yang akan diubah menjadi vitamin A yang sangat penting bagi fungsi retina. Betakaroten dapat juga sebagai pelindung terhadap kanker karena dapat berperan sebagai antioksidan (Sugiarto et al. 2012).
C.    Metode Praktikum
1.      Waktu dan Tempat Praktikum
Praktikum acara Pengenalan Sayuran dan Buah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 16 Oktober 2012 di Laboratorium Ekologi Manajemen dan Produksi Tanaman (EMPT), Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
2.      Alat dan Bahan
a.       Alat
1)   Buku gambar
2)   Alat tulis
b.      Bahan
1)   Macam-macam sayur (cabai, mentimun, wortel, kacang panjang, jipan, terong, tomat, seledri, sawi, bawang merah, bawang putih, buncis).
2)   Macam-macam buah (jeruk, salak, apel, mangga, belimbing)



3.      Cara Kerja
a.       Menggambar bahan yang tersedia.
b.      Mencantumkan keterangan tentang nama Latin, nama Indonesia, nama daerah, nama Inggris, daerah tempat tumbuh (dataran tinggi atau dataran rendah), zat-zat yang terkandung, cara bertanam (pembibitan atau langsung, bagian yang dimakan (untuk sayur), tipe buah (untuk buah).
D.    Hasil Pengamatan dan Pembahasan
1.      Hasil Pengamatan
Tabel 4.1 Hasil Pengamatan Buah dan Sayur
NO
Gambar Buah atau Sayur
Foto Buah atau Sayur
Keterangan
1
Mentimun









Nama Latin :
Cucumis sativus
Nama Inggris : Cucumber
Nama Indonesia : Mentimun
Nama Daerah : Timun
Daerah tempat tumbuh:
 Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung :
Serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, vitamin A, B1, B2, C dan E.
Cara bertanam :
Langsung
Bagian yang dimakan :
Buah
2
Tomat










Nama Latin :
Solanum licopersicum
Nama Inggris : Tomato
Nama Indonesia : Tomat
Nama Daerah : Tomat
Daerah tempat tumbuh:
Dataran tinggi dan rendah
Zat-zat yang terkandung :
Vitamin A, B1, C, karbohidrat, lemak, protein, kalsium, fosfor dan zat besi.
Cara bertanam :
Langsung
Bagian yang dimakan :
Buah
3
Seledri










Nama Latin :
Apium graveolens
Nama Inggris : Celery
Nama Indonesia : Seledri
Nama Daerah : Seledri
Daerah tempat tumbuh:
Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung :
Vitamin A, B kompleks (B1, B2, B3, B5, dan B6), C, E, K, kalsium, magnesium, serat, kalium, zat besi, zinc, fosfor, asam amino dan asam folat.
Cara bertanam :
Langsung
Bagian yang dimakan : Daun dan batang
4
Terong










Nama Latin :
Solanum melongena
Nama Inggris : Eggplant
Nama Indonesia : Terong
Nama Daerah : Terong
Daerah tempat tumbuh:
Datarn rendah
Zat-zat yang terkandung : Kalium, serat, protein, vitamin B1, B6 dan E, magnessium.
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Buah
5
Cabai










Nama Latin : Capsicum annum
Nama Inggris : Chili
Nama Indonesia : Cabai
Nama Daerah : Lombok
Daerah tempat tumbuh:
Datarn tinggi dan rendah
Zat-zat yang terkandung :
Vitamin A, B1, C, betakaroten, kalsium, fosfor, karbohidrat dan zat besi.
Cara bertanam : Pembibitan
Bagian yang dimakan : Kulit buah
6
Apel










Nama Latin :
Maulus domestica
Nama Inggris : Apple
Nama Indonesia : Apel
Nama Daerah : Apel
Daerah tempat tumbuh:
Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung :
Vitamin A, B1, B2, C, zat besi, kalsium, serat, fosfor, karbohidrat dan protein.
Cara bertanam :
Pembibitan
Tipe buah : buah-buahan pohon
7
Sawi Hijau










Nama Latin :
Baranca rapa
Nama Inggris : Mustard green
Nama Indonesia : Sawi Hijau
Nama Daerah : Sawi
Daerah tempat tumbuh:
Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung :
Vitamin A, B1, B2, C, potassium, betakaroten, kalium, kalsium, fosfor, serat, karbohidrat, dan zat besi.
Cara bertanam :
Langsung
Bagian yang dimakan : Daun
8
Belimbing










Nama Latin :
Averrhoa carambola
Nama Inggris : Star Fruit
Nama Indonesia : Belimbing
Nama Daerah : Belimbing
Daerah tempat tumbuh: Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung : Vitamin C, zat besi dan zat kapur.
Cara bertanam :
Pembibitan
Tipe buah : Buah-buahan pohon
9
Salak










Nama Latin :
Salacca zalacca
Nama Inggris : Zalacca
Nama Indonesia : Salak
Nama Daerah : Salak
Daerah tempat tumbuh: Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung : Karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C.
Cara bertanam : Persemaian

Tipe buah : Buah-buahan pohon
10
Mangga










Nama Latin : Mangifera indica
Nama Inggris : Mango
Nama Indonesia : Mangga
Nama Daerah : Pelem
Daerah tempat tumbuh :
Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung :
Serat, vitamin A, C, E, kalium dan betakaroten.
Cara bertanam : Pembibitan
Tipe buah : Buah-buahan pohon
11
Labu Siam










Nama Latin :
Sechium edule
Nama Inggris : Branch
Nama Indonesia : Labu Siam
Nama Daerah : Jipan
Daerah tempat tumbuh:
Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung : Karbohidrat, kalsium, fosfor, kalium, folat, vitamin A, C, E K, magnesium dan zat besi.S
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Buah
12
Kacang Panjang










Nama Latin :
Vigna sinensis
Nama Inggris : Long Bean
Nama Indonesia : Kacang Panjang
Nama Daerah : Kacang Lanjaran
Daerah tempat tumbuh:
Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung :
Betakaroten, vitamin B kompleks, protein,  mmagnesium, zat besi, kalium, zinc, fosfor dan serat pektin.
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Polong tua
13
Bawang Merah










Nama Latin :
Allium ascalonicum
Nama Inggris : Onion
Nama Indonesia : Bawang Merah
Nama Daerah : Brambang
Daerah tempat tumbuh: Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung : Karbohidrat, protein, vitamin A, B1, B3, B6, B12, C, E, K, kalsium, zat besi, kalium dan magnesium.
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Umbi
14
Jeruk










Nama Latin : Citrus sp.
Nama Inggris : Orange
Nama Indonesia : Jeruk
Nama Daerah : Jeruk
Daerah tempat tumbuh : Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung : Vitamin B6, C, karbohidrat, kalsium, fosfor, folat dan magnesium.
Cara bertanam : Pembibitan
Tipe buah : Buah-buahan pohon
15
Wortel










Nama Latin :
Daucus carota
Nama Inggris : Carrot
Nama Indonesia : Wortel
Nama Daerah : Wortel
Daerah tempat tumbuh: Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung :
Vitamin A, B1, B2, C, serat, potassium, betakaroten, kalium, karbohidrat, kalsium, fosfor, dan zat besi.
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Umbi akar
16
Buncis










Nama Latin : Phaseolus vulgaris
Nama Inggris : Bean
Nama Indonesia : Buncis
Nama Daerah : Buncis
Daerah tempat tumbuh : Dataran rendah
Zat-zat yang terkandung :
Fosfor, serat, kalsium, potassium, dan enzim protease inhibitor.
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Polong tua
17
Bawang Putih










Nama Latin :
Allium sativum
Nama Inggris : Garlic
Nama Indonesia : Bawang Putih
Nama Daerah : Bawang
Daerah tempat tumbuh: Dataran tinggi
Zat-zat yang terkandung : Kalsium, zat besi, vitamin A, B1, C, fosfor, lemak dan protein.
Cara bertanam : Langsung
Bagian yang dimakan : Umbi
Sumber : Laporan Sementara
2.      Pembahasan
Pangan adalah kebutuhan pokok manusia. Kebuthan pangan semakin tahun semakin meningkat, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Jumlah pangan perlu diperhatikan agar tercukupi bagi masyarakat. Kuantitas pangan juga perlu diperhatikan agar kebutuhan gizi masyarakat juga terpenuhi dengan baik agar tidak ada kasus kekurangan gizi.
Sayur dan buah yang ada di dunia ini ada banyak macamnya. Indonesia memiliki banyak macam buah dan sayuran. Pengenalan sayur dan buah merupakan kegiatan untuk mempelajari dan mengetahui berbagai macam jenis sayur dan buah yang ada di sekitar kita. Maksud dari pengenalan sayur dan buah adalah agar kita mengetahui berbagai macam sayur dan buah, dan bagian apa yang dimakan dari sayur tersebut, serta cara menanamnya. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui zat-zat penting yang terkandung dalam sayur dan buah tersebut.
Bahan yang digunakan dalam pengenalan sayur dan buah yaitu berbagai macam sayur dan buah. Sayur yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah cabai, mentimun, wortel, kacang panjang, jipan, terong, tomat, seledri, sawi, bawang merah, bawang putih, dan buncis. Buah yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah jeruk, salak, apel, mangga, belimbing. Langkah-langkah yang dilakukan dalam praktikum pengenalan sayur dan buah yaitu dengan mengamati berbagai macam sayur dan buah yang tersedia kemudian menggambarnya. Setelah itu mencantumkan nama latin, nama Inggris, nama Indonesia dan nama daerah dari sayur atau buah yang diamati. Selain itu juga dicantumkan derah tempat tumbuh, zat-zat yang terkandung, cara bertanam, bagian yang dimakan (untuk sayur) dan tipe buah (untuk buah).
Zat-zat yang terkandung dalam sayur maupun buah diantaranya :
a.       Vitamin, vitamin memiliki berbagai manfaat tergantung jenis vitaminnya. Janis vitamin yaitu vitamin A, B kompleks (B1, B2, B3, B6, B12), C, D, E, dan K.
b.      Protein, fungsi protein di dalam tubuh kita sangat banyak, bahkan banyak dari proses pertumbuhan tubuh manusia dipengaruhi oleh protein yang terkandung di dalam tubuh kita
c.       Mineral, berbagai jenis mineral yang ada memiliki fungsi masing-masing yang sangat penting untuk tubuh kita. Sebagian besar mineral membantu untuk menjaga metabolisme dan keseimbangan air dalam tubuh, serta menjaga kesehatan tulang. 
d.      Lemak, fungsi lemak adalah sebagai cadangan energi.
e.       Karbohidrat, fungsi utama karbohidrat adalah menyediakan energi bagi tubuh. Karbohidrat merupakan sumber utama energi bagi penduduk di seluruh dunia (Rahmat 2008).
Sayur dan buah yang diamati memiliki kandungan zat-zat gizi yang berbeda-beda. Vitamin terdapat pada mentimun, apel, seledri, cabai, bawang merah, bawang putih, tomat, sawi, belimbing, salak, jeruk, mangga, labu siam, kacang panjang dan wortel. Protein terkandung dalam apel, terong, tomat, kacang panjang dan bawang putih. Mineral terkandung pada hampir semua bahan yang diamati, mineral tersebut antara lain magnesium, fosfor, kalsium dan zat besi. Lemak terdapat pada tomat dan bawang putih. Karbohidrat terdapat pada apel, cabai, sawi, salak, labu siam, jeruk dan wortel.
Buah dibedakan menjadi buah klimaterik dan non klimaterik, perbedaan ini berdasrkan aktivitas respirasinya Buah klimaterik adalah buah yang tidak akan mengalami perubahan aktivitas respirasi yang mencolok saat menjelang masak optimal maupun masa masak tanaman tersebut telah lewat, sehingga buah hasil tanaman ini akan lebih cepat membusuk. Contoh dari buah klimaterik adalah pepaya, mangga, pisang, jambu, dan markisa. Buah non klimaterik adalah buah yang akan mengalami penaikan aktivitas respirasi yang mencolok saat menjelang masak dan mengalami penurunan aktivitas respirasi yang sangat cepat pada saat telah melewati masa lewat masak. Buah non klimaterik  juga dapat dikatakan sebagai buah yang fase respirasi optimumnya berada diatas pohon. Contoh dari buah non klimaterik adalah  jeruk, melon, anggur, dan semangka. Salah satu ciri dari buah non klimaterik adalah buah yang memiliki kulit yang tebal, sehingga akan menyebabkan oksigen lebih susah masuk, aktivitas respirasi pun akan mengalami penurunan yang sangat cepat (Firmansyah 2010).
Berdasarkan hasil pengamtan di laboratorium buah-buah yang diamati juga dapat dibedakan menjadi buah klimaterik dan buah non klimaterik. Buah yang termasuk buah klimaterik adalah buah mangga, belimbing dan apel. Buah yang termasuk buah non klimaterik adalah salak dan jeruk.
Sayuran dapat dibedakan berdasarkan beberapa hal, diantaranya berdasarkan syarat tumbuhnya. Hal ini dapat didasarkan pada daerah tempat tempat tumbuhnya. Sayur yang tumbuh di dataran rendah berarti membutuhkan suhu yang cukup tinggi untuk pertumbuhannya, misalnya saja pada kacang panjang, buncis, terong, jipan, dan timun. Sayur yang tumbuh di dataran tinggi memerlukan suhu yang rendah misalnya pada bawang putih, bawang merah, sawi, seledri dan wortel. Sayur yang dapat tumbuh di dataran tinggi maupun rendah adalah cabai dan tomat. Buah juga dapatdibedakan berdasarkan tepat tumbuhnya, buah yang tumbuh di dataran rendah misalnya belimbing, salak, dan mangga. Buah yang tumbuh di dataran tinggi misalnya apel dan jeruk.
Berdasarkan bagian tanaman yang dimakan sayur yang diamati pada praktikum dapat dikelompokkan menjadi sayur yang diamakan bagian buahnya yaitu mentimun, terong, jipan, dan tomat. Bagian tanaman yang diamkan umbinya yaitu bawang merah, bawang putih, dan wortel. Bagian tanaman yang dimakan polong tuanya yaitu kcang panjang dan buncis. Sedangkan bagian tanaman yang dimakan daunnya yaitu sawi dan seledri.
Berdasarkan cara bertanam sayur dikelompokkan menjadi dua, yaitu  sayur yang ditanam secara langsung dan dengan pembibitan.  Sayur yang ditanam secara langsung meliputi mentimun, wortel, kacang panjang, jipan, terong, tomat, seledri, sawi, bawang merah, bawang putih, dan buncis. Sayur yang ditanam dengan pembibitan terlebih dahuku adalah cabai.
Buah dapat diklasifikasikan berdasarkan tipe pertumbuhannya. Klasifikasi buah berdasarkan tipe pertumbuhannya buah dapat dibedakan menjadi buah-buahan pohon, buah-buahan semak, buah-buahan terna atau berbatang basah dan buah-buahan berbatang merambat. Berdasarkan hasil pengamatan dapt diketahui bahwa buah yang diamati yaitu mangga, belimbing, salak, apel dan jeruk termasuk dalam buah-buahan pohon.
E.     Kesimpulan dan Saran
1.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa :
a.       Nama latin, Inggris dan daerah sayur dan buah antara satu dengan lainya berbeda-beda.
b.      Daerah tempat tumbuh sayuran dan buah berbeda beda ada yang tumbuh di dataran rendah, ada yang tumbuh di dataran tinggi maupun di dataran rendah dan tinggi.
c.       Zat-zat yang terkandung dalam sayuran dan buah berbeda-beda.
d.      Cara menanan antara sayur dan buah yang satu dengan lainnya berbeda ada yang langsung ditanam ada pula yang melalui pembibitan terlebih dahulu.
e.       Bagian sayur yang dimakan berbeda-beda yaitu dimakan bagian buahnya, daunnya, dan batangnya.
f.       Tipe buah dari buah yang diamati kebanyakan adalah buah-buahan pohon.
g.      Buah dibedakan menjadi buah klimaterik dan non klimaterik berdasarkan aktivitas respirasinya.
2.      Saran
Saran untuk paktikum acara IV Pengenalan Sayuran dan Buah adalah agar dalam praktikum jenis sayur dan buah antara satu kelompok dengan kelompok lain bida berbeda-beda agar praktikan dapat saling bertukar informasi, sehingga pengetahuan praktikan lebih banyak lagi.

DAFTAR PUSTAKA
Bambang S, SH Sumarlan, Elok KNS 2012. Proses Pengawetan Sari Buah Apel (Mallus sylvestris Mill) Secara Non-Termal Berbasis Teknologi Oscillating Magneting Field (OMF). Jurnal Teknologi Pertanian 13 (2) : 78-87.
Claudia M, Elisabeth M 2005. Eggplant (Solanum melongena L.): Tissue Culture, Genetic Transformation and Use As An Alternative Model Plant. Acta bot. bras. 19(1): 139-148.
Devanand L, Luthria, Marcial A, Pastor-Corrales 2006. Phenolic Acids Content Of Fifteen Dry Edible Bean (Phaseolus vulgaris L.) Varieties. Journal of Food Composition and Analysis 19 (2006) : 205–211.
Firmansyah DS 2010. Budi Daya Melon Unggul. Jakarta: Penebar Swadaya.
Haryanto 2009. Budidaya Kacang Panjang. http://repository.ipb.ac.id/ bitstream/handle/. Diakses 28 Oktober 2012.
Hermawati T 2007. Pengaruh Pemberian Kompos Sampah Kota Terhadap Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus). Jurnal Agronomi 11 (1) : 23-26.
Hernawan, Udhi E, Ahmad DS 2003. Senyawa Organosulfur Bawang Putih (Allium sativum L.) dan Aktivitas Biologinya. Jurnal Biofarmasi 1 (2) : 65-76.
Marderosian A, Beutler J 2004. The Review of Natural Product. University of The Science in Philadelphia College of Pharmacy. Philadelphia. USA.
Modgil R, Modgil M 2004. Effect of Feeding Chayote (Sechium edule) and Bottle Gourd (Lageneria siceraria) as Source of Fiber on Biological Utilization of Diet in Rats Kamla-Raj.  Journal of Human and Ecolologi. 15(2): 109-111.
Ong SP, Law, CL 2009. Mathematical Modelling of Thin Layer Drying of Snakefruit. Journal of Applied Sciences  9 (17) Hal. 3048-3054.
Rahmat R 2008. Bertanam Buah-buahan di Pekarangan.Yogyakarta: Kanisius.
Rahmawati R, MR Deviani, N Suriani. 2009. Pengaruh suhu dan lama penyim-panan terhadap kandungan vitamin C pada cabai rawit putih (Capsicum frustescens). Jurnal Biologi 13(2): 36−40.
Rukmana 2002. Bertanam Petsai dan Sawi. Yogyakarta: Kanisius.
Siswandi 2007. Penanganan Pasca Panen Buah-buahan dan Sayuran. Jurnal Inovasi Pertanian  6 (1) : 68-71.
Sugiarto W, Priska, Chilwan P. 2012. Aplikasi Minyak Nabati Sebagai Coating pada Irisan Wortel (Daucus carota) Beku dan Perubahan Mutu Selama Penyimpanan. Jurnal Agroindustri Indonesia 1 (1) : 25-30.
Sukasih E, Setyadjit, dan Hariyadi RD 2005. Analisis Kecukupan Panas pada Proses Pasteurisasi Puree Mangga (Mangifera indica L.) Jurnal Pascapanen 2 (2) : 8-17.
Sunarjono HH 2004. Bertanam 30 Jenis Sayuran. Jakarta: Panebar Swadaya.
Wiryanta B T W 2002. Bertanam Tomat. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar